Sinopsis dan Review Film The Flash: Aksi Barry Allen Menembus Ruang

0 Comments

Setelah sekian lama akibatnya Warner Bros rilis film solo superhero The Flash yang pertama. Film ini menyuguhkan cerita tentang Barry Allen yang sudah tergabung dengan Justice League itu.

The Flash pertama kali timbul di komik Flash Comics no. 1 yang rilis pada bulan Januari tahun 1940. Semenjak ketika itu, pahlawan secepat kilat itu curi perhatian para penggemar DC Comics.

Pada tahun 2014, DC Entertainment pun memproduksi slot777 sebuah serial bertajuk The Flash yang berfokus pada kehidupan Barry Allen. Serial ini pun sampai sekarang sudah diperbaharui sampai season ke-9 dengan total 184 episode.

Film solo perdana The Flash ini tentunya bikin banyak para penggemar excited bukan main. Simak sinopsis dan ulasan-nya berikut ini!

Kembali ke Masa Lalu

Hidup di tengah hiruk pikuk perkotaan, sama seperti manusia super lainnya Barry Allen (Ezra Miller) diam-diam selalu siap membantu manusia kapan pun. Secara ia sering kali kali dipinta bantuan untuk membantu Batman (Ben Affleck) mengatasi berjenis-jenis keadaan sulit.

Tetapi di sisi lain dirinya juga sedang diterpa rasa khawatir akut lantaran tidak bisa menemukan sebuah bukti alibi bagi sang ayah. Seperti yang diketahui, ia dipenjara dampak tuduhan membunuh ibunya.

Merasa kesal dengan situasi, Barry pun berniatan tiba-tiba menemukan kesanggupan baru ialah cakap kembali ke masa lalu. Ia kemudian berniatan kembali ke hari di mana ibunya terbunuh dan mencegah hal itu terjadi.

Berbahagia sebab rencananya berhasil, tiba-tiba Barry secara misterius terlempar ke semesta di mana dunia sedang diserang ancaman General Zod. Barry pun bertemu dengan dirinya di masa muda, dapatkah duo The Flash ini mengatasi menghentikan serangan General Zod?

Konsep Cerita yang Mind Blowing

Pertama kali diproduksi film solo, konsep cerita yang dibawakan dalam The Flash sangatlah menarik. Malahan sejak opening scene-nya ada satu adegan hujan bayi di depan rumah sakit yang dijamin bikin penonton mind blown ketika menontonnya.

Padahal mengusung cerita tentang multiverse, ruwetnya konsep ini bisa disuguhkan dengan simpel dan apik. Hal ini menampilkan betapa penulisan ceritanya dipikirkan dengan benar-benar matang.

Malahan konsep kompleks time paradoks saja bisa diciptakan benar-benar simple sampai gampang dicerna oleh penonton. Sulit lho, bisa menyusun jalan cerita yang kompleks dengan hati-hati seperti ini, well executed!

Pemilihan Cast On Point

Cerita yang benar-benar rapi ini beruntung bisa tersampaikan dengan bagus sebab pemilihan cast yang ideal. Ezra Miller tentunya punya tugas yang berat sepanjang fimnya, ia sepatutnya perankan dua Barry Allen dengan vibes yang bertolak belakang. Penulis sendiri mengapresiasi effort akting Miller yang eksekusinya luar biasa meski memang tidak begitu rapi di sebagian adegan.

Selain sang karakter utama, Michael Keaton alias Bat-Keaton juga curi perhatian dengan penampilan kerennya. Benar-benar memukau deh, ia buktikan bahwa wibawa dirinya sebagai Batman tidak lekang oleh waktu.

Satu lagi karakter penting dalam film The Flash tentu saja ialah Sasha Calle. Berperan sebagai Kara Zor-El atau sang Supergirl, Sasha bisa suguhkan tampilan drastis ketika dirinya tidak berdaya sampai bisa me-restore dayanya. Aksinya juga sepatutnya diacungi jempol sebab benar-benar superior.

Related Posts