Film Suzume no Tojimari

Review Film Suzume no Tojimari, Karya Terbaru Makoto Shinkai

0 Comments

Suzume No Tojimari merupakan film Jepang yang tengah tayang di bioskop Indonesia sejak 8 Maret 2023. Film Makoto Shinkai ini amat dinantikan, lebih-lebih dia selalu merilis film terbaik tiap tiap tiga th. sekali. Sebab itulah, sejak pertama kali ada pada 8 Maret 2023 hingga 13 Maret 2023, Suzume telah berhasil beroleh 400 ribu pemirsa Indonesia.

Suzume telah tayang lebih dulu di Jepang sejak 11 November 2022 dan berhasil menjajakan 1,33 juta didalam tiga hari perilisan pertamanya. Film iniberhasil masuk kompetisi Berlin Film Festival (Berlinale) 2023. Makoto Shinkai selalu berhasil menggarap film terkenal bertema cinta dan bencana alam, terasa berasal dari dua film di awalnya yakni Kimi nomer Nawa (Your Name) dan Weathering With You yang mirip populernya.

Film bertema bencana ini mengisahkan perjalanan Suzume mendapatkan sebuah pintu untuk menutup dan menguncinya demi menahan terjadinya bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Pengisi suara didalam film ini yaitu Nanoka Hara, Hokuto Matsumura, Eri Fukatsu, Shota Sometani, Sairi Ito, dan Kotone Hanase. Untuk itu, mari simak simak Suzume nomer Tojimari berikut ini.

1. Suzume Memiliki Alur yang Ringan dan Padat

Suzume memiliki kronologis cerita yang lebih enteng daripada Your Name dan Weathering With You karena fokus film ini adalah menangani inner child yang belum selesai di masa lalu. Si tokoh melacak alasan untuk hidup, hingga menanggulangi kasus akibat bencana alam dan membuatnya kehilangan banyak orang yang dicintai.

Dalam satu jam pertama, Suzume terkesan gegabah dan orang-orang yang pasrah bakal hidupnya sebab ia tidak paham alasan dirinya selamat berasal dari bencana alam dan  selalu hidup. Setelah terjadinya gempa bumi dan tsunami pada 11 Maret 2011 yang terjadi di Jepang, Suzume terasa jikalau hidup semata-mata sebuah keberuntungan.

Seiring berjalannya waktu, kronologis Suzume ini bakal jadi mengerucut dan padat hingga menempuh inti cerita dan solusi. Apalagi sesudah Suzume bersua bersama sosok pria misterius bernama Souta, yang punya pekerjaan untuk menutup dan mengunci pintu agar tidak terjadi bencana alam. Selain itu, akhir didalam Suzume lebih melegakan daripada ending Your Name karena kisah romansa Suzume dan Shouta terjadi bersama baik.

Baca juga:

Review Film Dream (2023)

7 Rekomendasi Film Lucu Bikin Ngakak, Menghibur Banget

2. Suzume Mengulik Inner Child dan Cara Mengatasi Trauma

Suzume merupakan korban bencana alam yaitu gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 11 Maret 2011 dan membuatnya kehilangan sosok sang ibu yang amat amat dicintainya. Sebab itulah, Suzume menentukan tukar berasal dari kampung halamannya dan hidup bersama tantenya bernama Tamaki.

Suzume yang punya trauma masa kecil akibat bencana alam selanjutnya mampu tertanggulangi sesudah ia berpetualang bersama Souta dan mengunci bermacam pintu yang membawa dampak terjadinya gempa dan tsunami. Hal berikut membuatnya menolong banyak orang agar tidak kehilangan orang-orang yang dicintainya lagi. Cara Suzume menanggulangi trauma adalah bersama menerima, menghadapi, lalu bangkit bersama menekuni kehidupannya yang baik.

3. Menemukan Arti Hidup yang Sesungguhnya

Suzume merupakan korban bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada 2011 di Jepang, yang membawa dampak masa kecilnya tidak ulang membahagiakan. Suzume menekuni hidup bersama pasrah, hingga berasumsi jikalau kehidupan semata-mata sebuah keberuntungan. Termasuk, untungkan sebab ia selamat berasal dari bencana alam, lalu mengawali hidup yang baru bersama bibinya.

Setiap orang sesungguhnya punya masalah, begitupun bersama Suzume yang selanjutnya mendapatkan makna hidup bersama melaksanakan misi menutup dan mengunci segala pintu bencana di semua penjuru Jepang. Sama halnya bersama Souta yang selalu berdoa kepada dewa sebelum mengunci pintu yang punya tujuan untuk memohon perlindungan.

Karakter yang berbeda-beda bersama beragam kisah di dalamnya, seperti tante Suzume yang overprotective, teman-teman, dan orang-orang yang menolong Suzume ini membawa dampak perjalanan Suzume bersama Souta selanjutnya berbuah manis. Suzume selanjutnya paham bahwa hidup amat berarti bagi tiap tiap orang meskipun alasannya amat sederhana, seperti berkumpul bersama keluarga, makan bersama, bersua teman-teman di sekolah, ataupun pergi ke taman hiburan.

4. Tidak Menampilkan Cameo berasal dari Karakter Film Sebelumnya

Suzume nomer Tojimari tidak menampilkan cameo berasal dari sifat film sebelumnya. Di film Your name, terdapat sifat The Garden of Words yang jadi guru Mitsuha atau Weathering With You yang menampilkan sifat Mitsuha si penjaga toko. Namun, didalam film Suzume ini menampilkan lebih dari satu area yang mengakses bersama dimensinya Your Name dan Weathering With You.

5. Daijin Bukanlah Karakter Antagonis

Peran antagonis didalam film Suzume bukanlah Daijin atau si batu kunci yang terasa menyebalkan. Kucing menggemaskan ini, semata-mata perwujudan dewa yang dianalogikan sebagai isikan hati seseorang yang terasa kesal sebab kenyataan. Karakter antagonis didalam film Suzume bukanlah seseorang ataupun benda, melainkan alam dan diri sendiri yang berusaha untuk dihadapi.

Souta merupakan sifat berambut panjang yang tampan sebagai mahasiswa, sekaligus bekerja untuk menutup segala pintu bencana. Shouta merupakan sifat utama yang selanjutnya menolong Suzume mengobati trauma dan masa lalunya hingga membawa dampak Suzume mencintai Souta pada pandangan pertama. Tetapi, Shouta tiba-tiba dikutuk jadi kursi anak kecil bersama tiga kaki oleh Daijin atau sang dewa kunci bersifat kucing untuk melaksanakan sebuah misi. Film Suzume berdurasi 2 jam 2 menit ini,  mayoritas menampilkan sifat Souta kala dikutuk jadi kursi, daripada kala jadi manusia.

6. Playlist Lagu Serizawa amat Easy Listening

Suzume melaksanakan misi untuk ulang ke kampung halamannya bersama bersama tantenya dan Serizawa yaitu teman Souta. Namun ternyata, kala melaksanakan perjalanan bersama keindahan Kyushu dan Kobe, Serizawa memutar playlist lagu-lagu lama Jepang di Spotify seperti Sweet Memories berasal dari Seiko Matsuda, Yume nomer Naka e dan Sotsugyou berasal dari Yuki Saitou serta lagu-lagu jadul di playlist Serizawa lainnya yang super easy listening.

Related Posts

dream

Review Film Dream (2023)

0 Comments

Film Dream (2023) adalah film drama komedi Korea Selatan yang disutradarai oleh…