Aileen Wuornos

Pembunuh Berantai Perempuan Paling Terkenal

0 Comments

Salah satu pelaku kejahatan yang mengerikan adalah pembunuh berantai. Mereka tak segan menghabisi nyawa korbannya dengan langkah yang keji. Bahkan, mereka kerap melakukannya secara berulang kali. Selain itu, di sini kami juga akan sedikit membahas tentang permainan judi online yang tersedia di link situs zeus slot

Pada dasarnya, seorang pembunuh berantai tak mengenal gender. Ada pula pembunuh berantai berjenis kelamin perempuan yang tak kalah keji. Hal ini diperlihatkan oleh tokoh Bela dalam serial “AMPAS” milik siniar Tinggal Nama bertajuk “Setitik Gairah Merah”.

Dikisahkan Bela punya era selanjutnya yang kelam hingga membuatnya berlaku demikian. Secara keji, Bela membunuh orang-orang terdekatnya. Sifatnya pun seiring dengan ciri psikologis yang kerap dimiliki pembunuh berantai.

Bela memiliki perilaku antisosial yang ekstrem, yakni tidak punya empati dan penyesalan, kurang menghormati hukum atau norma sosial, dan punya keinginan kuat untuk membalas dendam pada individu atau masyarakat secara luas dengan melaksanakan kekerasan.

Selain Bela, di dunia ini juga tersedia pembunuh berantai perempuan yang tenar dengan kekejamannya. Lantas, siapa saja mereka?

1. Aileen Wuornos

Aileen Wuornos adalah seorang pekerja seks yang bekerja di wilayah Florida pada akhir tahun delapan puluhan. Dari profesinya itulah, Wuornos bertanggung jawab atas kematian tujuh pria akibat tembakan jarak dekat.

Wuornos bersaksi bahwa ia membunuh semua pria berikut gara-gara mereka jadi pakai aksi kekerasan pas pakai jasanya. Oleh gara-gara itu, pembunuhan yang ia melaksanakan diduga sebagai tindakan membela diri.

Akan tetapi, polisi setempat menyebutkan bahwa pembunuhan berikut dilakukan dengan motif pencurian. Akhirnya, pada tanggal 18 Januari 1992, pengadilan menyatakan Wuornos bersalah dan divonis dengan hukuman mati.

2. Amelia Dyer

Pembunuh berantai kedua adalah Amelia Dyer yang merupakan seorang perawat dan bidan. Aksinya ia lancarkan di Inggris sepanjang tahun 1800-an. Pada era itu, perawat adalah profesi penting di Inggris.

Sayangnya, profesi berikut disalahgunakan oleh Dyer dengan menyediakan jasa “peternakan” bayi. Perempuan itu mengakses jasa penginapan bagi perempuan yang hamil di luar nikah untuk kemudian diambil alih bayinya.

Awalnya, ia memelihara bayi-bayi itu. Namun, dibutuhkan ongkos yang sangat besar untuk mengurusnya. Oleh gara-gara itu, Dyer kerap membunuh para bayi itu gara-gara tak bisa membiayainya.

Aksinya itu pun kemudian dicurigai oleh seorang dokter pada tahun 1879. Dokter itu curiga gara-gara meningkatnya angka kematian bayi yang diurus oleh Dyer. Namun, polisi tidak menyaksikan perihal berikut sebagai sebuah pembunuhan supaya Dyer hanya dihukum enam bulan kerja paksa akibat pengabaian.

Meskipun begitu, penelusuran pun terus dilakukan. Akhirnya, ditemukan sejumlah mayat bayi di Sungai Thames yang diyakini sebagai bukti kekejian Dyer. Perawat itu pun dijatuhi hukuman gantung pada tahun 1896.

3. Myra Hindley

Myra Hindley berubah jadi pembunuh yang mengerikan setelah berjumpa Ian Brady pada tahun 1961 di Manchester, Inggris. Lelaki yang merupakan pacarnya itu adalah dalang di balik kejahatannya.

Mereka berdua langsung menyusun rancangan pemerkosaan dan pembunuhan pada anak-anak. Pada tahun 1963, mereka telah menghabisi nyawa empat orang anak.

Dalam melancarkan aksinya, Hindley memainkan peran penting untuk memikat anak-anak. Lebih parahnya lagi, ia juga berpartisipasi untuk mendokumentasikan aksi keji itu.

Aksinya ini diketahui saudara ipar Hindley yang berusia 17 tahun. Ia menghubungi polisi gara-gara telah menyaksikan Brady membunuh Edward Evans dengan kapak. Ia juga mendengar bahwa Brady menyebutkan tersedia banyak mayat yang terkubur di Saddleworth Moor.

Pada 1966, keduanya pun kelanjutannya diadili atas persoalan pembunuhan. Hindley sendiri meninggal di balik jeruji besi pada tahun 2002.

4. Nannie Doss

Nancy Hazle atau Nannie Doss adalah seorang pembunuh berantai yang bertanggung jawab atas kematian 11 orang, juga suami dan anaknya.

Dalam melancarkan aksinya, Doss pakai racun untuk melumpuhkan korbannya. Aksi pertamanya ia lancarkan kepada anaknya sendiri.

Tak berhenti hingga situ, Doss juga menghabisi para kerabatnya. Hasil autopsi pun menyatakan persentase racun yang sama. Dari hasil penyelidikan diketahui Doss telah membunuh suami, pacar, dua anaknya, dua saudara perempuan, ibu, dua cucu, dan satu ibu mertua.

5. Judy Buenoano

Setelah menikah sepanjang delapan tahun dengan suaminya, diketahui Buenoano secara bertahap memasukkan arsenik, racun kimia berbahaya, ke dalam makanannya. Suaminya itu pun kelanjutannya tewas pada tahun 1971.

Tahun berikutnya, Buenoano melacak mangsa baru dengan memacari Bobby Morris. Setelah mengambil serangkaian polis asuransi jiwa kekasihnya, Morris jadi menderita tanda-tanda yang serupa seperti suami Buenoano. Morris pun kelanjutannya meninggal pada 1977.

Aksinya pun tak berhenti hingga situ. Pada 1980, Buenoano melaksanakan perihal yang serupa kepada anaknya. Setelah meracuni Michael, ia pun menenggelamkannya.

Akhirnya, kejahatan Buenoano terungkap pada tahun 1984. Perempuan itu dijatuhi hukuman mati berbentuk eksekusi di kursi listrik pada tahun 1998.

Related Posts