New Trial

Mengaduk Emosi, 12 Film Kriminal Korea Ini Berdasarkan Kisah Nyata

0 Comments

Selain dramanya, Korea Selatan termasuk terkenal bersama dengan film-filmnya yang selamanya bagus dan totalitas. Mulai berasal dari kisah cinta, keluarga, hingga aksi, film-film Korea gak pernah gagal menghibur penonton. Tapi tau gak sih, banyak film Korea bertemakan kriminal yang ternyata ceritanya berdasarkan kisah nyata.

Bikin geregetan dan mengaduk-aduk emosi, selanjutnya daftar filmnya.

1. New Trial (2017) – Iksan Murder Case

Film New Trial menceritakan mengenai kasus pembunuhan Iksan. Kisahnya berawal saat mayat daftar situs judi bola resmi dan terpercaya seorang supir taksi ditemukan bersama dengan banyak sekali bekas tusukan secara brutal terhadap tanggal 10 Agustus 2000 di persimpangan Yakchon, Iksan.

Dari film ini kami bisa lihat uraian tidak benar satu kasus cacat hukum yang pernah berlangsung di dalam peristiwa kasus kriminal Korea Selatan. Dimana hanya satu saksi berasal dari kasus ini jadi dijadikan sebagai  tersangka hingga harus mendekam di penjara.

Polisi menangkap seorang remaja berusia 16 tahun bernama Choi yang lihat pembunuhan tersebut. Choi disiksa, diancam dan dipaksa untuk membuat pengakuan palsu yang membuatnya dipenjara sepanjang 10 tahun atas kejahatan yang tidak pernah dilakukannya. Kebenaran berasal dari kasus ini kemudian baru terkuak terhadap tahun 2015 bersama dengan disetujuinya sidang ulang.

2. Miracle In Cell No. 7 (2013) – Kisah Jeong Won Seop

Miracle in Cell No. 7 dibuat berdasarkan kisah seorang pria bernama Jeong Won Seop yang ditangkap gara-gara dituduh lakukan pelecehan seksual dan membunuh seorang anak berusia 9 tahun terhadap tahun 1972. Kasus ini menimpa putri berasal dari seorang perwira polisi berpangkat tinggi yang membuatnya menjadi prioritas kepolisian untuk mendapatkan pelakunya.

Selama masa interogasi, Jeong Won Seop mengalami penyiksaan kronis yang membuatnya tidak tahan dan terpaksa mengaku bahwa ia pelakunya. Hingga 15 tahun kemudian diadakan sidang lagi dan terungkap kalau ia tidak bersalah dan dinyatakan bebas bersama dengan syarat.

Dimana 36 tahun kemudian, ia baru benar-benar dibebaskan berasal dari tuduhannya itu. Beliau pada akhirnya meninggal umur 80-an dan meninggalkan kisah yang memilukan.

Baca juga:

Review Film Sewu Dino, Kisah Gadis Muda Terjebak Praktik Santet 1.000 Hari

Kengerian Henry Howard Holmes, Mengaku Dilahirkan dengan Sifat Iblis

3. Han Gong Ju (2013) – Miryang Gang Rape

Bercerita mengenai kasus pemerkosaan paling miris yang berlangsung di Miryang terhadap tahun 2004 silam. Kasus ini melibatkan sekelompok siswa SMA dan mahasiswa berjumlah tidak cukup lebih 44 orang yang memperkosa 41 siswi bersama dengan rentang umur 13 hingga 16 tahun secara bergilir sepanjang 11 bulan.

Mirisnya tidak semua pelaku mendapat hukuman yang setimpal, sebagian berasal dari mereka bahkan dibebaskan tanpa meninggalkan catatan kriminal. Sedangkan di dalam film Han Gong Ju sendiri lebih berfokus terhadap kisah tidak benar satu korban pemerkosaan yang tidak bisa berbuat apa-apa tak hanya mencoba bertahan dan menguatkan dirinya.

4. Memories of The Murder (2003) – Pembunuhan Berantai Hwaseong

Memories of The Murder diangkat berasal dari tidak benar satu kasus paling terkenal yang pernah terjadi. Kasus ini berlangsung sejak tahun 1986 hingga 1991 dan baru terungkap sesudah 30 tahun berlalu.

Pembunuhan ini berlangsung di daerah Hwaseong, Provinsi Gyeonggi bersama dengan para korban adalah wanita bersama dengan rentang umur 14 hingga 71 tahun. Jumlah korban terhadap saat itu yang teridentifikasi berjumlah 10 orang perempuan yang diperkosa selanjutnya dibunuh bersama dengan cara dicekik dan diikat gunakan baju korban.

30 tahun kemudian pada akhirnya teridentifikasi tersangka utama berasal dari kasus ini adalah Lee Chun Jae yang merupakan seorang narapidana hukuman seumur hidup. Hal ini terkuak sesudah anggapan DNA-nya cocok bersama dengan 3 kasus pembunuhan yang berlangsung di Hwaseong.

Kemudian ia mengaku sudah membunuh 14 wanita dan 30 kejahatan seksual. Satu lagi fakta berasal dari kasus ini adalah seorang pria bernama Yoon Seong Yeo dipenjara sepanjang 20 tahun gara-gara dituduh sebagai pelaku pembunuhan Hwaseong. Beliau merupakan korban tidak benar tangkap sebelum Lee Chun Jae mengaku.

5. Silenced (2011) – Pelecehan Seksual Siswa Disabilitas Gwangju Inhwa School

Film yang rilis tahun 2011 ini didasarkan terhadap novel karya Gong Ji Young. Novel selanjutnya terinspirasi oleh peristiwa di Sekolah Gwangju Inhwa untuk para tuna rungu di mana para siswa mengalami pelecehan seksual oleh staf sekolah sepanjang lima tahun di awal tahun 2000-an.

Para guru dibebaskan bersama dengan hukuman yang ringan. Lebih jelek lagi, empat berasal dari enam guru selanjutnya dipekerjakan lagi sesudah mereka lolos berasal dari hukuman berdasarkan undang-undang pembatasan. Dua lainnya terima hukuman penjara tidak cukup berasal dari satu tahun.

Setelah film dirilis, tersedia kemarahan publik atas putusan pengadilan yang lunak dan mereka mendorong polisi untuk membuka lagi kasus ini. Kemudian tersedia sebuah RUU yang direvisi dan disebut Dogani, RUU yang baru kemudian disahkan terhadap akhir Oktober 2011 untuk menghapus undang-undang pembatasan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur dan orang cacat.

6. Voice of The Murderer (2007) – Kasus Penculikan dan Teror Dari Pelaku

Film ini diangkat berdasarkan kasus penculikan Lee Hyung Ho yang berusia sembilan tahun terhadap tanggal 29 Januari 1991. Pelaku terhadap saat itu menghendaki duit tebusan kepada keluarga dan mengancam mereka untuk tidak lapor polisi.

Hampir tiap-tiap hari keluarga diteror bersama dengan panggilan telepon lebih berasal dari 10 kali di dalam sehari. Pada akhirnya, keluarga Lee Hyung Hoo menghendaki bantuan polisi. Hingga pas 44 hari kemudian, Lee Hyung Ho ditemukan di sebuah selokan di dalam suasana sudah meninggal.

Setelah diotopsi diketahui kalau ternyata ia sudah meninggal terhadap hari pertama saat ia diculik. Menyedihkannya, adalah kendati sudah melibatkan banyak sekali orang dan saksi, pembunuh di dalam kasus ini belum termasuk ditemukan hingga sekarang.

Sedangkan di dalam Voice of a Murderer, nama anak laki-laki itu adalah Han Sang Woo dan berfokus terhadap suara penculik yang menghantui dan tanpa emosi saat dia mengejek orang tua anak itu yang pada akhirnya membuatnya menjadi gelisah, frustrasi dan marah hari demi hari.

7. Children (2011) – Frog Boys

Diangkat berasal dari kasus menghilangnya 5 bocah laki-laki terhadap 26 Maret 1991. Kelima bocah selanjutnya pergi bersama dengan ke gunung Waryong untuk menangkap katak tetapi tak pernah kembali.

Kasus ini sempat menjadi berita nasional hingga presiden memerintahkan untuk mengerahkan tim pencarian dan baru ditemukan 11 tahun kemudian. Penyebab awal kematian mereka diyakini disebabkan oleh hipotermia, tetapi hasil investigasi lebih lanjut mengutarakan bahwa tiga tengkorak membuktikan bekas pukulan benda tumpul.

Meski begitu, kasus ini selamanya tidak terkendali hingga undang-undang pembatasan terhadap kasus ini berakhir terhadap tahun 2006.

8. The Classified File (2015) – Kolaborasi Polisi dan Paranormal Memecahkan Kasus Penculikan

Berdasarkan terhadap kasus penculikan seorang anak bernama Jeong Hyo Jun di SD Namseong Gukmin terhadap tanggal 15 September 1978 di Busan, dimana si pelaku menghendaki duit tebusan sebesar 50 juta won. Kasus ini diinvestigasi secara tertutup bersama dengan melibatkan seorang paranormal atas permintaan ibu berasal dari si anak dan paranormal tersebut  menyebutkan bahwa anaknya masih hidup.

Pada akhirnya, kasus ini sukses terkendali di dalam kurun saat 33 hari bersama dengan pelaku seorang pria berusia 40 tahun bernama Mae Seok Hwan, seorang mantan napi bersama dengan 9 catatan kejahatan kriminal.

9. Hope (2013) – Nayoung Case

Film Hope diangkat berdasarkan kasus Nayoung yang terkenal terhadap tahun 2008. Nayoung adalah dengan sebutan lain yang diberikan kepada seorang gadis berusia 8 tahun yang ditemukan nyaris mati di toilet umum. Kemudian, pihak berwenang menghukum seorang pria berusia 57 tahun yang punya riwayat kekerasan seksual gara-gara memperkosa dan memukuli Nayoung.

Pengadilan menghukum pelaku hanya 12 tahun penjara yang membuat kemarahan publik gara-gara brutalnya kejahatan tersebut. Nayoung menderita luka yang tidak bisa dipulihkan terhadap alat kelaminnya, dubur dan ususnya. Awalnya dia harus kenakan tas kolostomi untuk mengambil alih organnya yang hilang.

Mengapa film mengenai tragedi yang menghebohkan ini punya judul Hope? Sutradara Lee Joon Ik menyebutkan kepada Korean Cinema Today bahwa ia menginginkan membuat film bahagia yang di awali bersama dengan tragedi.

10. The Chaser (2008) – Serial Killer Yoo Young Chul

The Chaser bercerita mengenai pria bernama Yoo Young Chul, seorang pembunuh berantai sekaligus kanibal. Ia mengaku sudah membunuh sebanyak 20an orang, korbannya sebagian besar adalah perempuan yang bekerja di panti pijat dan orang kaya yang sudah lanjut usia.

Latar belakang atau motifnya gara-gara ia membenci orang kaya gara-gara masa kecilnya ia dibesarkan di dalam kemiskinan dan mantan kekasihnya bekerja sebagai tukang pijat.  Yoo Young Chul sendiri sudah dihukum mati pd 13 Desember 2004 silam.

11. The Case of Itaewon Homicide – Pembunuhan Burger Itaewon

Ketika dua rekan dicurigai lakukan pembunuhan, itu bisa berubah menjadi suasana yang benar-benar jelek dan itulah yang berlangsung di dalam Kasus Pembunuhan Itaewon yang diangkat di dalam film The Case of Itaewon Homicide. Dalam pembunuhan yang sesungguhnya disebut Pembunuhan Burger Itaewon, Arthur Patterson dan Edward Lee dituduh menikam mahasiswa bernama Hongik Jo Jung Pil terhadap tahun 1997.

Lee dibebaskan setahun kemudian gara-gara kurangnya bukti. Sedangkan Patterson yang ayahnya adalah mantan perwira militer AS, dibebaskan bersama dengan amnesti khusus. Setelah rilis film ini, keluarga Jo Jong Pil menuntut kasus itu untuk diakses kembali. Bukti DNA yang ditemukan oleh pihak berwenang mengutarakan Patterson sebagai pembunuh.

12. Confession of Murderer – Pembunuhan Berantai Hwaseong

Salah satu kisah pembunuhan paling misterius dan terkenal di Korea Selatan adalah kasus Hwaseong. Selain Memories of The Murder, kisah ini termasuk diangkat di dalam film Confession of Murderer.

Berbeda bersama dengan Memories of The Murder yang pelakunya tidak terungkap hingga akhir film. Confession of Murder bercerita mengenai munculnya seorang penulis yang mengaku sebagai pembunuh berantai Hwaseong. Dalam buku yang ia tulis, ia mengakui semua kejahatannya belasan tahun yang lalu, bahkan menuliskan kronologi perihal bersama dengan begitu detail dan lengkap.

Related Posts