Film Horor Dengan Berbagai Hal Mistis Serta Kriminal

Film Horor Dengan Berbagai Hal Mistis Serta Kriminal

0 Comments

Film kriminal terhitung bisa dikemas bersama treatment horor.

Film horor persis bersama hantu, fenomena paranormal, dan beragam hal mistis lainnya. Padahal ada banyak sub genre di dalam film horor yang seru untuk dieksplorasi sebagai variasi. Salah satu genre yang mengidamkan kami bahas kali ini adalah horor kriminal.

Tidakkah manusia bersama tekad yang benar-benar jahat akan lebih mengerikan daripada makhluk halus? Itu mengapa hiburan bergenre adaptasi true crime belakangan ini jadi komoditas yang kondang di beragam platform.

Ketika konten bisa membawa dampak penontonnya merasa was-was dan paranoid, maka konten berikut bisa dikategorikan sebagai horor. Film kriminal terhitung bisa dikemas bersama treatment horor. Sudah banyak terhitung film kriminal yang barangkali tanpa kami sadari memang miliki elemen horor. Berikut sederet rekomendasi film horor kriminal terbaik yang patut ditonton.

Seven (1995)

“Seven” merupakan tidak benar satu film kriminal klasik yang miliki vibe horor. Bercerita perihal seorang detektif muda, David Mills (Brad Pitt) dan detektif senior yang telah rela pensiun, William Somerset (Morgan Freeman). Keduanya tengah mobilisasi investigasi masalah pembunuhan berantai oleh seorang maniak yang mengadaptasi 7 deadly sins di dalam metodenya.

“Seven” miliki konten visual yang memadai gore pada setiap TKP. Sosok pembunuh berdarah dingin John Doe (Kevin Spacey) terhitung jadi tidak benar satu cii-ciri psikopat ikonik di dalam budaya pop. Misterius dan tidak bisa ditebak, John Doe akan membawa dampak kami was-was bersama nasib ke-2 detektif kami sepanjang film.

The Silent of the Lambs (1991)

“The Silence of the Lambs” terhitung jadi yang terbaik di dalam katalog horor kriminal klasik. Film panduan Jonathan Demme ini jadi film horor pertama pemenang Best Picture pada Academy Awards ke-64. Hingga pas ini tetap belum ada film horor yang berhasil berhimpun bersama film ini di dalam mendominasi Oscar.

Mungkin banyak dari kami mengenal film ini sebagai film bertema kanibal. Padahal secara keseluruhan, plot ini tidak benar-benar mengekspos kanibalisme bersama konten gore. Namun lebih kental bersama genre horor kriminal bersama elemen misteri dan suspense. Dimana kami akan ikuti investigasi agen FBI muda, Clarice Starling (Jodie Foster). Ia mengambil alih resiko bersama menghendaki panduan dari tahanan paling berbahaya yang cerdas, Dr. Hannibal Lecter (Anthony Hopkins).

1922 (2017)

Sekilas “1922” barangkali muncul layaknya horor supranatural bersama arwah penasaran bersama dendam. Namun, film adaptasi Stephen King ini memang merupakan film horor kriminal terbaik.

Pada musim panas 1922, seorang petani (Thomas Jane) berencana pembunuhan pada istrinya karena perbedaan pendapat akan era depan perkebunan mereka. Ia pun dihantui bersama rasa bersalah dan merasa mempertanyakan kebenaran dari ketentuan yang telah Ia ambil.

“1922” jadi film yang hendak memaknai ‘hantu’ yang bisa bermanifestasi dari beragam hal. Tidak selamanya dari arwah penasaran atau hal-hal mistis pada umumnya.

Don’t Breathe (2016)

Home invasion merupakan tidak benar satu tema yang memadai kondang di dalam film horor Hollywood. Salah satu yang terbaik adalah “Don’t Breathe”, tetapi film ini bukan film home invasion horror biasa.

Tiga perampok ulung menerobos properti pria buta yang diakui ringan untuk dikelabui. Hingga pada pada akhirnya keadaan berbalik dan mengakibatkan horor claustropobhic yang menegangkan. Meski tanpa hantu dan elemen paranormal, “Don’t Breathe” berhasil menghadirkan ketegangan dan mengakibatkan rasa khawatir pada penontonnya.

Shutter Island (2010)

“Shutter Island” merupakan film neo-noir paling baru panduan Martin Scorsese yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, Mark Ruffalo, dan Ben Kingsley. Teddy Daniels dan Chuck Aule adalah dua detektif yang ditugaskan untuk menginvestigasi masalah hilangnya tahanan paling berbahaya di institusi di Shutter Island. Pulau terpencil di mana pusat rehabilitasi mental berdiri, merasa dari pasien bersama penyakit mental ringan hingga kriminal berkebutuhan khusus.

Film ini miliki elemen psychological thriller yang penuh misteri untuk dipecahkan oleh penonton. Menonton “Shutter Island” berulang-kali kami bisa menemukan perspektif yang baru di dalam film ini.

The Call (2020)

“The Call” merupakan film horor Korea yang bercerita perihal dua perempuan yang bisa berkomunikasi lintas era memanfaatkan telephone antik di tempat tinggal mereka.

Seo-yeon (Park Shin-hye) menghendaki bisa membuat perubahan era selanjutnya dan menyelamatkan ayahnya yang meninggal. Ia pun menghendaki dukungan bersama Oh Young-sook (Jeon Jong-seo), perempuan yang disiksa oleh ibunya dari era lalu. Namun, Seo-yeon tidak mengerti bahwa ada konsekuensi besar yang menantinya bersama membuat perubahan era lalu. Film ini miliki elemen fantasi yang menambah elemen horor di dalam keseluruhan plot.

BACA JUGA :

Review Film Dilan 1991 – Bikin Baper Tapi Nggak Sesuai Ekspetasi

Rekomendasi Serial TV Terbaik Adaptasi Buku. Sudah Nonton?

Kala (2007)

“Kala” merupakan film neo-noir lokal dari sutradara Joko Anwar. Janus (Fachry Albar) adalah pria yang hidupnya berantakan karena miliki narcolepsy. Ketika tengah menginvestigasi masalah kematian yang tidak wajar, Ia justru masuk di dalam lingkaran konspirasi yang perihal harta karun mistis.

Nuansa neo-noir di dalam “Kala” benar-benar muncul referensinya dari negeri barat, tetapi dipadukan bersama ciri khas horor dan legenda lokal yang memadai menarik untuk disimak. “Kala” bisa ditonton di Disney+ Hotstar.

Related Posts