Fakta Film Tarung Sarung, Angkat Budaya Lokal dari Suku Bugis Seram

0 Comments

Film Tarung Sarung merupakan sebuah film aksi dibalut dengan drama religi dan mengangkat budaya dari Suku Bugis. Plot cerita di dalam film ini manfaatkan kebiasaan rutinitas Suku Bugis, Makassar yaitu Tarung Sarung untuk menyelesaikan konflik pada 2 orang yang bermasalah, yaitu sang tokoh utama Deni Ruso, yang diperankan oleh Panji Zoni dan Sanrego (Camel Faruk) dikarenakan seorang wanita bernama Tenri (Maizura).Film yang disutradarai oleh Archie Hekagery iniĀ  rencananya tayang 2 April 2020, namun terpaksa ditunda. Nah buat kamu penasaran, ternyata ada 5 fakta menarik lho di film Tarung Sarung. Apa saja ya? Yuk kita simak!
1. Alur cerita yang menarik
Film Tarung Sarung adalah film yang mengisahkan perjalan Deni ruso (Panji Zoni) yang terlahir dari tidak benar satu keluarga terkaya di indonesia. Bagi Deni duwit adalah segalanya, ia bahkan kehilangan kepercayaan pada Tuhan. Namun seluruhnya berubah saat ia ke Makassar mengurus usaha keluarga, dan bertemu Tenri (Maizura) gadis Makassar aktivis yang membenci Ruso Corp sebagai kapitalis perusak lingkungan.Deni pun menyembunyikan mahjong slot identitas demi meraih cinta Tenri. Masalah keluar saat Sanrego (Cemal Faruk) juara bela diri tarung sarung dan tidak terima. Deni dihajar oleh Sanrego. Akhirnya, hal itu membawa dampak Deni berguru kepada Pak Khalid (Yayan Ruhian) yang merupakan seorang penjaga masjid.
2. Mengangkat budaya daerah
Film Tarung Sarung mengangkat tidak benar satu budaya daerah di Indonesia. Seperti diketahui Indonesia dikenal punya banyak budaya daerah, tidak benar satunya adalah budaya sarung tarung dari suku Bugis, Makassar.Sigajang laleng lipa atau tarung sarung adalah sebuah langkah penyelesaian masalah yang unik dari Sulawesi Selatan. Yakni, sebuah kebiasaan digunakan penduduk setempat untuk menyelesaikan perselisihan pada dua orang yang bermasalah.
3. Para pemain film yang menarik
Film yang diproduksi oleh Starvision ini menampilkan Panji Zoni sebagai tokoh utama, Maizura, Yayan Ruhiyan, Cemal Faruk, Surya Saputra, Imelda Therinne, dan masih banyak lagi.
4. Dibintangi aktor seni beladiri Yayan Ruhiyan
Nama Yayan Ruhiyan pastinya sudah tak sanggup diragukan ulang di dunia akting, bahkan kepiawaiannya di dalam seni bela diri. Aktor berusia 51 tahun ini sesungguhnya selalu totalitas di dalam bermain peran. Di film ini ia memerankan tokoh Pak Khalid seorang penjaga mesjid yang mengajarkan Deni (Panji Zoni) berlatih tarung sarung dan termasuk belajar mengenal Tuhan-nya lagi.

Related Posts